Di Ende, Siswa Suka Berkeliaran di Pasar

POS KUPANG.COM, ENDE — Anak sekolah di Kota Ende kerap berkeliaran di pasar atau jalan pada saat jam sekolah berlangsung. Beberapa lokasi yang menjadi tempat mangkal siswa, yakni di kompleks pertokoan di ruas Jalan Pabean Pasar Inpres Mbongawani, Jalan Banteng, Jalan Kelimutu maupun Jalan Gatot Subroto serta Pasar Senggol.
Pantuan Pos Kupang, Sabtu (1/9/2012) di tempat-tempat tersebut kerap ditemui siswa yang masih mengenakan seragam sekolah, dari pukul 08.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita. Mereka duduk bergerombolan. Beberapa di antara mereka mengisap rokok.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ende, Yeremias Bore mengakui kondisi demikian memang sudah berlangsung lama. Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah yang kebanyakan siswanya kedapatan berkeliaran pada jam sekolah.
Menurut Yeremias, berdasarkan informasi yang dia peroleh, anak-anak sekolah memilih berkeliaran di pasar karena mereka terlambat datang ke sekolah. Akibatnya mereka memilih berada
di pasar ketimbang pulang rumah.
“Saat mereka datang ke sekolah terkadang pintu pagar sekolah sudah ditutup mereka tidak diperkenankan masuk sekolah oleh karena itu mereka memilih bermain di pasar ketimbang langsung pulang rumah karena apabila pulang rumah tentu akan dimarahi oran tua karena sudah pulang sebelum jam pelajaran sekolah usai,” kata Yeremias.
Terhadap persolan ini Yeremias mengatakan pihaknya menyayangkan masih ada siswa yang berkeliaran pada jam sekolah padahal keberangkatan mereka dari rumah untuk bersekolah namun kenyataanya justru mereka tidak sampai ke sekolah dan lebih  memilih berkeliaran pada jam sekolah.
Ia mengharapkan peran serta orang tua untuk memperhatikan keberadan anak mereka pada saat bersekolah. “Kalau bisa orang tua menerapkan jam belajar di rumah agar anak-anak mempunyai waktu untuk belajar dan rekreasi karena terkadang ada anak yang memilih nonton tv hingga larut malam yang berakibat mereka bangun terlambat sehingga terlambat juga ke sekolah. Pada saat ke sekolah pintu pagar sudah ditutup sehingga mereka memilih berkeliaran di pasar,” ujar Yeremias. (rom)

Sumber : Pos Kupang Senin, 3 September 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: